"Tabligh Akbar Ustadz Das'ad Latif di Tanah Minahasa: Momentum Memperkuat Ukhuwah Islamiyah, Kerukunan Antarumat Beragama, dan Persatuan Kebangsaan di Kota Manado" Penulis Penata Muda TK. 1 Sonny Maramis Mingkid Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
SELAMAT DATANG DI TANAH MINAHASA
Kunjungan Tabligh Akbar Ustadz Das'ad Latif di Kota Manado
Masyarakat Sulawesi Utara, khususnya umat Islam di Kota Manado dan wilayah Minahasa, menyambut dengan penuh sukacita dan semangat ukhuwah Islamiyah atas rencana kunjungan Tabligh Akbar yang akan diisi oleh Ustadz Das'ad Latif pada tanggal 31 Mei 2026 bertempat di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado.
Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan wawasan keislaman masyarakat melalui tausiyah dan dakwah yang menyejukkan. Kehadiran seorang dai nasional seperti Ustadz Das'ad Latif diharapkan mampu memberikan motivasi spiritual, memperkuat akhlak umat, serta mendorong terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis, damai, dan penuh toleransi.
Dalam poster yang beredar, terdapat penyambutan simbolis yang menggambarkan antusiasme masyarakat terhadap kedatangan beliau. Tertulis ungkapan:
"Selamat Datang di Tanah Minahasa"
sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada tamu yang berkunjung ke wilayah yang dikenal dengan keberagaman budaya, toleransi, serta semangat persaudaraan antarumat beragama.
Poster tersebut juga memuat pernyataan:
"Panglima Besar Andy Rompas Siap Beri Karpet Merah"
yang dapat dimaknai sebagai ungkapan simbolis mengenai kesiapan menyambut tamu dengan penuh penghormatan dan keramahan khas masyarakat Sulawesi Utara. Pernyataan tersebut tidak serta-merta menunjukkan kegiatan resmi tertentu, melainkan lebih kepada ekspresi dukungan dan penghormatan terhadap kehadiran tokoh yang akan mengisi kegiatan keagamaan tersebut.
Penjelasan Detail Mengenai Makna Kegiatan
1. Makna Tabligh Akbar
Tabligh Akbar merupakan kegiatan dakwah yang biasanya dihadiri oleh masyarakat dalam jumlah besar. Tujuannya adalah:
- Menyampaikan ajaran Islam secara terbuka.
- Memperkuat keimanan dan ketakwaan umat.
- Menjalin silaturahmi antarjamaah.
- Menumbuhkan semangat persatuan dan persaudaraan.
- Memberikan solusi keagamaan terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Kegiatan seperti ini sering menjadi sarana edukasi keagamaan yang efektif karena mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
2. Peran Ustadz Das'ad Latif
Ustadz Das'ad Latif dikenal sebagai penceramah yang memiliki gaya komunikasi yang lugas, komunikatif, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dalam berbagai ceramahnya, beliau sering membahas:
- Pentingnya akhlak mulia.
- Persatuan umat.
- Pendidikan keluarga.
- Toleransi sosial.
- Kehidupan bermasyarakat.
- Nilai-nilai kebangsaan dalam perspektif Islam.
Kehadiran beliau dalam suatu daerah umumnya mampu menarik perhatian masyarakat luas untuk menghadiri kegiatan keagamaan.
3. Kota Manado Sebagai Lokasi Kegiatan
Manado merupakan ibu kota Provinsi Sulawesi Utara yang dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi sosial yang baik di Indonesia.
Keberagaman masyarakat Manado tercermin dari:
- Keberadaan berbagai suku bangsa.
- Keberagaman agama.
- Kerukunan antarumat beragama.
- Budaya saling menghormati.
- Semangat persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan keagamaan berskala besar di Manado memiliki nilai strategis dalam memperkuat harmoni sosial.
4. Masjid Raya Ahmad Yani Manado
Masjid Raya Ahmad Yani merupakan salah satu masjid terbesar dan paling dikenal di Kota Manado.
Fungsi masjid ini tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat:
- Pendidikan Islam.
- Kegiatan sosial kemasyarakatan.
- Pembinaan generasi muda.
- Dakwah dan syiar Islam.
- Penguatan ukhuwah Islamiyah.
Pemilihan lokasi ini sangat relevan karena memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai untuk pelaksanaan kegiatan berskala besar.
5. Nilai Persaudaraan dalam Penyambutan Tamu
Dalam budaya Indonesia, khususnya budaya Minahasa dan Sulawesi Utara, tamu yang datang selalu dihormati dan disambut dengan baik.
Nilai-nilai yang tercermin antara lain:
- Keramahan.
- Saling menghormati.
- Kebersamaan.
- Persaudaraan.
- Semangat gotong royong.
- Toleransi.
Karena itu, penyambutan terhadap tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun tamu dari luar daerah sering kali dilakukan dengan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan terhadap sesama manusia.
Perspektif Kebangsaan
Dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar memiliki peran penting dalam:
- Memperkuat persatuan bangsa.
- Menanamkan nilai moral dan etika.
- Menjaga stabilitas sosial.
- Mendorong kehidupan beragama yang moderat.
- Menumbuhkan semangat kebangsaan.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung secara damai, tertib, dan menghormati aturan hukum merupakan wujud nyata dari kehidupan berbangsa yang sehat dan demokratis.
Catatan Penulis
Penulis:
Sonny Maramis Mingkid, S.AP.
Penata Muda Tingkat I (III/b)
Aparatur Sipil Negara (ASN)
Catatan: Dalam penulisan identitas profesi, sebaiknya hanya mencantumkan status dan jabatan yang benar serta sesuai data kepegawaian resmi. Apabila ingin menuliskan afiliasi dengan Mabes Polri, pastikan memang terdapat penugasan, penempatan, atau kedudukan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum.
Kesimpulan
Kunjungan Tabligh Akbar Ustadz Das'ad Latif di Kota Manado pada 31 Mei 2026 merupakan kegiatan keagamaan yang memiliki nilai penting dalam memperkuat dakwah Islam, meningkatkan kualitas spiritual masyarakat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman. Penyambutan yang hangat dari masyarakat mencerminkan budaya keramahan, toleransi, dan penghormatan terhadap tamu yang menjadi ciri khas kehidupan sosial di Sulawesi Utara, khususnya di tanah Minahasa. Dengan terlaksananya kegiatan ini secara tertib, damai, dan penuh persaudaraan, diharapkan akan lahir energi positif bagi pembangunan karakter masyarakat yang religius, harmonis, dan berwawasan kebangsaan.
Komentar
Posting Komentar