Penguatan Persatuan, Toleransi, dan Semangat Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila sebagai Pilar Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia: Catatan dan Refleksi atas Tabligh Akbar Majelis Ulama Indonesia Kota Manado Tahun 2026.Penulis : Penata Muda Tingkat ISonny Maramis MingkidAparatur Sipil Negara (ASN) Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri)
Penguatan Persatuan, Toleransi, dan Semangat Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila sebagai Pilar Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia: Catatan dan Refleksi atas Tabligh Akbar Majelis Ulama Indonesia Kota Manado Tahun 2026.
Penulis : Penata Muda Tingkat I
Sonny Maramis Mingkid
Aparatur Sipil Negara (ASN) Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri)
CATATAN DOKUMENTASI KEGIATAN TABLIGH AKBAR
TABLIGH AKBAR
"Merawat Persatuan, Meneguhkan Toleransi, Menguatkan Semangat Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila"
Kegiatan Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Manado merupakan momentum penting dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kegiatan ini menghadirkan penceramah nasional Dr. H. Das'ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D, seorang dai dan akademisi yang dikenal luas karena konsistensinya dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, membangun persatuan, serta memperkuat wawasan kebangsaan.
Berdasarkan informasi pada publikasi kegiatan, Tabligh Akbar ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Ahad, 31 Mei 2026
Waktu : Pukul 19.00 WITA sampai selesai
Tempat : Masjid Raya Ahmad Yani Manado
Alamat : Jalan WR Supratman, Kota Manado
Kegiatan tersebut mengangkat tema:
"Merawat Persatuan, Meneguhkan Toleransi, Menguatkan Semangat Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila."
Tema ini memiliki makna yang sangat strategis dan relevan dengan kondisi kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, ras, budaya, bahasa, dan adat istiadat.
PENJELASAN MENDALAM MENGENAI TEMA
1. Merawat Persatuan
Persatuan merupakan salah satu modal utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Persatuan bukanlah sesuatu yang terbentuk dengan sendirinya, melainkan harus terus dipelihara, dirawat, dijaga, dan diperkuat melalui sikap saling menghormati serta saling menghargai antar sesama warga negara.
Dalam konteks kehidupan beragama, persatuan mengandung makna bahwa setiap individu dan kelompok masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keharmonisan sosial. Perbedaan pandangan, latar belakang organisasi, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi penyebab terjadinya perpecahan.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari permusuhan. Oleh karena itu, merawat persatuan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin, yaitu membawa rahmat bagi seluruh alam.
2. Meneguhkan Toleransi
Toleransi merupakan sikap menghormati dan menghargai keberagaman yang ada dalam kehidupan masyarakat.
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga dan dipelihara. Toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan menghormati hak setiap warga negara untuk menjalankan ajaran agamanya masing-masing sesuai dengan konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meneguhkan toleransi berarti memperkuat komitmen bersama untuk:
- Menghormati perbedaan.
- Menjaga kerukunan antarumat beragama.
- Menghindari ujaran kebencian.
- Menolak radikalisme dan ekstremisme.
- Mengutamakan dialog dalam menyelesaikan perbedaan.
Dengan toleransi yang kuat, kehidupan masyarakat akan berlangsung secara damai, aman, dan harmonis.
3. Menguatkan Semangat Kebangsaan
Semangat kebangsaan merupakan kesadaran kolektif bahwa seluruh rakyat Indonesia adalah bagian dari satu bangsa dan satu tanah air.
Semangat kebangsaan tercermin dalam:
- Cinta tanah air.
- Kesediaan berkorban demi bangsa dan negara.
- Kepatuhan terhadap hukum.
- Penghormatan terhadap simbol negara.
- Kepedulian terhadap kepentingan umum.
Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, semangat kebangsaan perlu terus diperkuat agar generasi muda tidak kehilangan identitas nasional.
Kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang selaras dengan ajaran agama.
4. Dalam Bingkai Pancasila
Pancasila merupakan dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
Lima sila Pancasila menjadi fondasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu:
Sila Pertama
Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengajarkan pentingnya kehidupan beragama dan penghormatan terhadap kebebasan beribadah.
Sila Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Menekankan penghormatan terhadap martabat manusia tanpa membedakan latar belakang.
Sila Ketiga
Persatuan Indonesia
Menjadi landasan utama dalam menjaga keutuhan NKRI.
Sila Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Mengajarkan musyawarah dan demokrasi yang berkeadaban.
Sila Kelima
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Menekankan pemerataan kesejahteraan dan keadilan sosial.
MAKNA STRATEGIS TABLIGH AKBAR BAGI MASYARAKAT
Kegiatan Tabligh Akbar bukan hanya sekadar forum ceramah keagamaan, melainkan juga sarana pendidikan sosial, moral, dan kebangsaan.
Manfaat kegiatan ini antara lain:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan
Peserta memperoleh pencerahan spiritual yang dapat memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
2. Mempererat Silaturahmi
Kegiatan menjadi wadah bertemunya berbagai elemen masyarakat dalam suasana persaudaraan.
3. Memperkuat Kerukunan Umat
Mendorong terciptanya hubungan harmonis antar kelompok masyarakat.
4. Menanamkan Nilai Kebangsaan
Mengingatkan masyarakat bahwa agama dan cinta tanah air dapat berjalan beriringan.
5. Menangkal Paham Intoleran
Memberikan pemahaman keagamaan yang moderat, damai, dan konstruktif.
6. Menguatkan Stabilitas Sosial
Masyarakat yang rukun dan bersatu akan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
PERAN MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)
Majelis Ulama Indonesia memiliki fungsi strategis sebagai wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dalam memberikan bimbingan kepada umat.
Melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar ini, MUI Kota Manado menunjukkan komitmennya dalam:
- Membina kehidupan keagamaan masyarakat.
- Menjaga kerukunan umat beragama.
- Mendukung pembangunan nasional.
- Memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
- Menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa.
PENUTUP
Tabligh Akbar dengan tema "Merawat Persatuan, Meneguhkan Toleransi, Menguatkan Semangat Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila" merupakan kegiatan yang memiliki nilai religius, sosial, dan kebangsaan yang sangat tinggi. Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa persatuan adalah kekuatan bangsa, toleransi adalah fondasi kerukunan, dan Pancasila adalah perekat keberagaman Indonesia.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkokoh keimanan, memperluas wawasan kebangsaan, mempererat tali persaudaraan, serta memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Disusun dan Ditulis Oleh:
Sonny Maramis Mingkid,
Penata Muda Tingkat I
Aparatur Sipil Negara (ASN)
Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri)
Indonesia
Komentar
Posting Komentar