KOTA-KOTA KUNO ZAMAN PAJAJARAN DAN PERKEMBANGANNYA MENJADI WILAYAH MODERN DI TANAH PASUNDAN: JEJAK SEJARAH, PUSAT KEKUASAAN, PERDAGANGAN, DAN PERADABAN SUNDA DALAM MEMBANGUN IDENTITAS JAWA BARAT DAN BANTEN MASA KINI Penulis Penata Muda Tk. I Sonny Maramis Mingkid Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
KOTA-KOTA KUNO ZAMAN PAJAJARAN DAN PERKEMBANGANNYA MENJADI WILAYAH MODERN DI TANAH PASUNDAN: JEJAK SEJARAH, PUSAT KEKUASAAN, PERDAGANGAN, DAN PERADABAN SUNDA DALAM MEMBANGUN IDENTITAS JAWA BARAT DAN BANTEN MASA KINI
Penulis
Penata Muda Tk. I Sonny Maramis Mingkid
Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
PENDAHULUAN
Kerajaan Pajajaran atau Kerajaan Sunda merupakan salah satu kerajaan besar yang pernah berdiri di wilayah barat Pulau Jawa dan menjadi simbol kejayaan peradaban Sunda pada masa lampau. Kerajaan ini berkembang pesat terutama pada abad ke-14 hingga abad ke-16 Masehi dengan pusat pemerintahannya berada di Pakuan Pajajaran yang kini dikenal sebagai Kota Bogor. Dalam catatan sejarah Nusantara, Pajajaran dikenal sebagai kerajaan yang memiliki sistem pemerintahan teratur, jaringan perdagangan luas, pertahanan kuat, serta hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan dan bangsa asing.
Berbagai kota kuno pada masa Pajajaran bukan hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan semata, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pelabuhan perdagangan, pusat pertahanan, kawasan agraris, jalur distribusi logistik, hingga pusat kebudayaan masyarakat Sunda. Banyak nama kota kuno tersebut masih dapat ditemukan hingga sekarang, baik dalam bentuk nama wilayah modern maupun jejak sejarah yang tersimpan dalam tradisi masyarakat, situs purbakala, naskah kuno, serta catatan bangsa asing seperti Tome Pires dari Portugis.
Keberadaan kota-kota kuno tersebut menunjukkan bahwa wilayah Jawa Barat dan Banten telah memiliki sistem tata ruang, jalur perdagangan, serta jaringan kekuasaan yang maju jauh sebelum masa kolonial. Kota-kota tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Sunda telah membangun peradaban besar yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial, budaya, ekonomi, dan politik di Nusantara.
1. PAKUAN PAJAJARAN → KOTA BOGOR
Pusat Pemerintahan Kerajaan Sunda
Pakuan Pajajaran merupakan ibu kota utama Kerajaan Sunda sekaligus pusat pemerintahan tertinggi kerajaan. Lokasinya diperkirakan berada di sekitar Kota Bogor modern saat ini. Nama “Pakuan” berasal dari kata “pakuwon” yang berarti istana atau tempat tinggal raja.
Wilayah ini dipilih karena memiliki posisi geografis strategis, berada di dataran tinggi yang sejuk, dikelilingi sungai, serta mudah dipertahankan dari serangan musuh. Dalam berbagai naskah kuno seperti Carita Parahyangan dan Babad Sunda, Pakuan digambarkan sebagai kota megah dengan istana kerajaan, alun-alun, pusat pemerintahan, tempat ibadah, serta permukiman bangsawan Sunda.
Pakuan Pajajaran mencapai masa kejayaan pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, tokoh legendaris yang sangat dihormati dalam sejarah Sunda. Pada masa pemerintahannya, kerajaan mengalami kemajuan besar dalam bidang pertanian, keamanan, perdagangan, serta pembangunan infrastruktur.
Kini, Kota Bogor masih menyimpan berbagai jejak sejarah Pajajaran seperti Prasasti Batutulis yang menjadi salah satu bukti sejarah penting mengenai keberadaan Kerajaan Sunda.
2. SUNDA KALAPA → JAKARTA
Pelabuhan Utama Kerajaan Sunda
Sunda Kalapa merupakan pelabuhan terbesar dan terpenting milik Kerajaan Sunda. Pelabuhan ini menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai dikunjungi pedagang dari Nusantara, India, Arab, Tiongkok, hingga Eropa.
Lokasi Sunda Kalapa berada di wilayah pesisir utara yang kini menjadi Jakarta Utara. Pelabuhan ini sangat penting karena menjadi pintu keluar masuk barang perdagangan seperti lada, beras, kayu, rempah-rempah, dan hasil bumi lainnya.
Dalam catatan Tome Pires pada awal abad ke-16, Sunda Kalapa digambarkan sebagai pelabuhan besar dengan aktivitas ekonomi yang sangat ramai. Pelabuhan ini juga menjadi pusat hubungan diplomatik Kerajaan Sunda dengan Portugis.
Namun pada tahun 1527, Sunda Kalapa berhasil direbut oleh pasukan Fatahillah dari Kesultanan Demak dan Cirebon. Nama Sunda Kalapa kemudian diubah menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan sempurna, dan pada masa kolonial Belanda berkembang menjadi Batavia sebelum akhirnya menjadi Jakarta.
Saat ini Jakarta berkembang menjadi ibu kota negara Indonesia sekaligus pusat ekonomi terbesar di Nusantara.
3. BANTEN GIRANG → SERANG / BANTEN
Pusat Pertahanan dan Kekuasaan di Ujung Barat Jawa
Banten Girang merupakan salah satu wilayah penting Kerajaan Sunda di bagian barat Pulau Jawa. Wilayah ini memiliki fungsi sebagai pusat pertahanan, perdagangan, sekaligus pengawasan jalur pelayaran Selat Sunda.
Banten Girang memiliki hubungan erat dengan pelabuhan Banten yang sangat strategis dalam perdagangan lada dunia. Setelah melemahnya Pajajaran, wilayah ini berkembang menjadi pusat Kesultanan Banten yang kemudian menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar di Nusantara.
Situs Banten Girang hingga kini masih menjadi objek penelitian sejarah dan arkeologi karena menyimpan berbagai peninggalan penting seperti struktur bangunan kuno, benteng, serta artefak perdagangan.
Wilayah modernnya kini berada di sekitar Kota Serang dan Provinsi Banten.
4. TAMGARA → TANGERANG
Wilayah Penyangga dan Jalur Perdagangan
Tamgara diyakini sebagai nama kuno wilayah Tangerang. Daerah ini berfungsi sebagai jalur penghubung antara pusat Kerajaan Sunda dengan wilayah pesisir utara Jawa Barat.
Karena lokasinya strategis, wilayah ini berkembang sebagai kawasan pertanian sekaligus jalur distribusi perdagangan menuju Sunda Kalapa dan Banten.
Perubahan nama Tamgara menjadi Tangerang diperkirakan terjadi melalui perkembangan bahasa dan pengaruh budaya masyarakat setempat selama berabad-abad.
Kini Tangerang menjadi salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia dan bagian penting dari kawasan Jabodetabek.
5. PONTANG → PONTANG (SERANG)
Kawasan Pertanian dan Jalur Air
Pontang merupakan salah satu wilayah penting di kawasan pesisir utara Banten yang dikenal sebagai daerah agraris dan memiliki jalur sungai strategis.
Wilayah ini berfungsi sebagai daerah penopang logistik kerajaan terutama dalam bidang pertanian dan distribusi hasil bumi. Sungai-sungai di wilayah Pontang mempermudah transportasi barang pada masa kuno.
Hingga saat ini nama Pontang masih digunakan sebagai nama kecamatan di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
6. CIGEDE → PUSAURAN / CINANGKA
Wilayah Pesisir dan Pengawasan Laut
Cigede diyakini berada di kawasan pesisir barat Banten yang kini dikenal sebagai Pusauran dan Cinangka. Wilayah ini memiliki posisi strategis dalam pengawasan jalur laut Selat Sunda.
Daerah ini kemungkinan menjadi titik pengawasan maritim Kerajaan Sunda terhadap kapal-kapal dagang yang melintas dari Sumatra menuju Jawa maupun sebaliknya.
Kawasan ini juga memiliki potensi perikanan dan perdagangan laut yang besar sejak masa lampau.
7. CIMANUK → INDRAMAYU
Pusat Pertanian dan Jalur Sungai Besar
Cimanuk berasal dari nama Sungai Cimanuk yang menjadi salah satu sungai terbesar di Jawa Barat. Wilayah ini sangat penting bagi pertanian karena tanahnya subur dan memiliki sistem irigasi alami.
Pada masa Pajajaran, kawasan Cimanuk menjadi penghasil beras dan hasil bumi yang menopang kebutuhan kerajaan.
Seiring perkembangan sejarah, wilayah ini berkembang menjadi Kabupaten Indramayu yang terkenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dan daerah penghasil mangga terbaik di Indonesia.
8. KAWALI → CIAMIS
Pusat Budaya dan Pemerintahan Sunda Timur
Kawali merupakan wilayah penting di bagian timur Kerajaan Sunda. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Galuh yang kemudian memiliki hubungan erat dengan Pajajaran.
Di Kawali ditemukan berbagai peninggalan sejarah penting seperti Astana Gede Kawali dan prasasti-prasasti kuno yang menunjukkan kemajuan budaya serta sistem pemerintahan masyarakat Sunda masa lampau.
Kini wilayah tersebut menjadi bagian dari Kabupaten Ciamis di Jawa Barat.
9. SUNDAPURA → BEKASI
Wilayah Perbatasan dan Jalur Strategis
Sundapura diperkirakan berada di kawasan Bekasi modern. Wilayah ini memiliki fungsi sebagai daerah perbatasan timur kekuasaan Sunda sekaligus jalur penghubung menuju wilayah Jawa bagian tengah.
Karena lokasinya strategis, daerah ini berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan transportasi darat.
Saat ini Bekasi menjadi salah satu kota industri terbesar di Indonesia dan kawasan penyangga utama ibu kota Jakarta.
JEJAK PERADABAN SUNDA DALAM PEMBENTUKAN KOTA MODERN
Kota-kota kuno peninggalan Pajajaran menunjukkan bahwa masyarakat Sunda telah memiliki sistem pemerintahan, ekonomi, dan tata ruang yang maju. Jalur perdagangan, pelabuhan, pusat pertanian, hingga sistem pertahanan telah dibangun secara terorganisir.
Perubahan nama wilayah dari masa kuno menuju era modern menunjukkan proses panjang sejarah yang dipengaruhi perkembangan budaya, agama, perdagangan internasional, kolonialisme, serta modernisasi.
Meskipun telah berubah menjadi kota-kota modern, identitas budaya Sunda masih sangat terasa melalui bahasa, tradisi, seni, kuliner, arsitektur, hingga nilai sosial masyarakatnya.
PENUTUP
Kerajaan Pajajaran bukan hanya sekadar bagian dari sejarah masa lampau, melainkan fondasi penting dalam perkembangan peradaban Jawa Barat dan Banten modern. Kota-kota kuno peninggalannya menjadi bukti bahwa masyarakat Sunda telah membangun sistem kehidupan yang maju, teratur, dan berpengaruh besar terhadap perkembangan Nusantara.
Dari Pakuan Pajajaran yang kini menjadi Bogor, Sunda Kalapa yang berubah menjadi Jakarta, hingga Kawali yang menjadi Ciamis, seluruh wilayah tersebut menyimpan jejak sejarah panjang yang memperlihatkan kejayaan peradaban Sunda dalam bidang pemerintahan, perdagangan, pertanian, budaya, dan maritim.
Memahami sejarah kota-kota kuno Pajajaran bukan hanya penting untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk memperkuat identitas budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur, serta menjaga nilai-nilai sejarah Nusantara agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.
Komentar
Posting Komentar