KERAJAAN BAWAHAN (VASSAL) MAJAPAHIT Penulis : Penata Muda TK. I Sonny Maramis Mingkid Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri

KERAJAAN BAWAHAN (VASSAL) MAJAPAHIT

Penulis : Penata Muda TK. I Sonny Maramis Mingkid
Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri


PENDAHULUAN

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara. Berdiri pada tahun 1293 Masehi di wilayah Trowulan, Jawa Timur, Majapahit berkembang menjadi kekuatan politik, ekonomi, budaya, dan maritim yang sangat disegani di Asia Tenggara. Puncak kejayaan Majapahit terjadi pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350–1389 M) dengan dukungan Mahapatih Gajah Mada yang terkenal melalui Sumpah Palapa-nya.

Dalam sejarah Nusantara, Majapahit tidak hanya dikenal sebagai kerajaan agraris, tetapi juga sebagai kerajaan maritim yang berhasil membangun jaringan kekuasaan luas melalui hubungan politik, perdagangan, diplomasi, dan penaklukan. Banyak wilayah di Nusantara tercatat sebagai daerah bawahan, sekutu, atau wilayah pengaruh Majapahit sebagaimana disebutkan dalam Kakawin Negarakretagama karya Mpu Prapanca tahun 1365 M.

Istilah “kerajaan bawahan” atau “vassal” dalam konteks Majapahit tidak selalu berarti wilayah yang sepenuhnya dijajah secara langsung. Sebagian besar merupakan kerajaan lokal yang masih memiliki raja sendiri, namun mengakui supremasi Majapahit, membayar upeti, menjalin hubungan dagang, serta tunduk terhadap pengaruh politik Majapahit.

Majapahit menjadi simbol awal integrasi Nusantara karena mampu membangun jaringan kekuasaan yang mencakup wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Semenanjung Malaya.


SUMBER SEJARAH MAJAPAHIT

Beberapa sumber utama mengenai wilayah kekuasaan Majapahit antara lain:

1. Kakawin Negarakretagama

Ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M. Kitab ini menjadi sumber utama mengenai daftar daerah bawahan Majapahit.

2. Pararaton

Kitab sejarah Jawa yang menjelaskan raja-raja Singasari dan Majapahit.

3. Catatan Tiongkok

Dinasti Yuan dan Ming mencatat hubungan dagang dan diplomatik dengan Majapahit.

4. Prasasti-prasasti

Seperti Prasasti Kudadu, Prasasti Waringin Pitu, dan lainnya.

5. Bukti Arkeologis

Candi, pelabuhan kuno, mata uang, serta peninggalan budaya.


SISTEM KEKUASAAN MAJAPAHIT

Majapahit menerapkan sistem mandala, yaitu model kekuasaan yang tidak selalu berdasarkan batas wilayah tetap seperti negara modern. Pengaruh kerajaan diukur dari loyalitas dan hubungan politik.

Wilayah Majapahit dibagi menjadi:

1. Negara Agung

Wilayah inti pemerintahan di Jawa Timur.

2. Mancanegara

Wilayah luar Jawa yang masih berada di bawah pengaruh langsung.

3. Nusantara

Kerajaan bawahan yang mengakui supremasi Majapahit.


KERAJAAN BAWAHAN MAJAPAHIT

1. SUMATRA

Majapahit memiliki pengaruh besar di Sumatra karena wilayah ini merupakan pusat perdagangan internasional.

a. Dharmasraya

Kerajaan Melayu yang sebelumnya memiliki hubungan dengan Singasari melalui Ekspedisi Pamalayu.

Penjelasan:

  • Menjadi penghubung perdagangan emas dan rempah.
  • Memiliki hubungan diplomatik kuat dengan Jawa.
  • Diduga menjadi sekutu penting Majapahit.

b. Palembang

Bekas pusat Kerajaan Sriwijaya.

Penjelasan:

  • Strategis karena menguasai jalur Selat Malaka.
  • Menjadi pusat perdagangan maritim.
  • Majapahit berusaha mengontrol pengaruh politiknya.

c. Lamuri

Terletak di Aceh.

Penjelasan:

  • Dikenal dalam catatan Arab dan Tiongkok.
  • Menjadi pelabuhan penting perdagangan Samudra Hindia.

d. Samudra Pasai

Kerajaan Islam pertama di Nusantara.

Penjelasan:

  • Memiliki hubungan dagang dengan Majapahit.
  • Menjadi pusat perdagangan internasional.
  • Menunjukkan toleransi dan hubungan ekonomi lintas budaya.

2. KALIMANTAN

Kalimantan menjadi wilayah penting karena sumber daya alam dan jalur perdagangan.

a. Tanjungpura

Terletak di Kalimantan Barat.

Penjelasan:

  • Pusat perdagangan regional.
  • Memiliki hubungan politik dengan Jawa.

b. Sambas

Wilayah pesisir strategis.

Penjelasan:

  • Menjadi jalur perdagangan laut.
  • Mempermudah pengawasan perdagangan.

c. Banjarmasin

Wilayah penting penghasil hasil hutan.

Penjelasan:

  • Kaya damar, rotan, dan kayu.
  • Menjadi pemasok komoditas perdagangan.

d. Kutai

Kerajaan tua di Kalimantan Timur.

Penjelasan:

  • Memiliki hubungan budaya Hindu-Buddha.
  • Berperan dalam perdagangan maritim.

3. SULAWESI

Sulawesi menjadi penghubung jalur perdagangan timur Nusantara.

a. Luwu

Kerajaan tua di Sulawesi Selatan.

Penjelasan:

  • Kaya sumber besi dan logam.
  • Menjadi pemasok bahan industri.

b. Makassar

Pusat pelayaran dan perdagangan.

Penjelasan:

  • Memiliki pelaut ulung.
  • Menjadi penghubung perdagangan Nusantara timur.

c. Buton

Kerajaan maritim strategis.

Penjelasan:

  • Menguasai jalur pelayaran.
  • Menjadi pusat transit perdagangan.

d. Banggai

Wilayah penting di Sulawesi Tengah.

Penjelasan:

  • Memiliki hasil laut melimpah.
  • Menjadi titik pengawasan pelayaran.

4. MALUKU

Maluku merupakan wilayah paling penting dalam perdagangan rempah-rempah dunia.

a. Ternate

Pusat penghasil cengkih.

Penjelasan:

  • Sangat penting bagi ekonomi maritim.
  • Menjadi incaran kekuatan asing.

b. Tidore

Kerajaan rempah besar.

Penjelasan:

  • Rival sekaligus mitra dagang Ternate.
  • Berhubungan dengan jaringan perdagangan internasional.

c. Seram

Pulau strategis di Maluku.

Penjelasan:

  • Menjadi jalur distribusi rempah-rempah.

d. Ambon

Pusat perdagangan laut.

Penjelasan:

  • Memiliki pelabuhan penting.
  • Menjadi penghubung perdagangan timur.

5. NUSA TENGGARA

a. Bali

Wilayah yang memiliki hubungan budaya sangat kuat dengan Jawa.

Penjelasan:

  • Hindu berkembang pesat.
  • Banyak bangsawan Majapahit bermigrasi ke Bali setelah keruntuhan Majapahit.

b. Lombok

Wilayah perdagangan dan pelayaran.

c. Sumbawa

Penghasil hasil bumi dan peternakan.

d. Flores

Memiliki jalur perdagangan laut strategis.


6. SEMENANJUNG MALAYA

a. Pahang

Wilayah penting perdagangan.

b. Tumasik (Singapura)

Pelabuhan strategis di Selat Malaka.

Penjelasan:

  • Menjadi pusat transit kapal dagang.
  • Sangat penting secara geopolitik.

c. Kedah

Wilayah perdagangan tua.

Penjelasan:

  • Menjadi jalur perdagangan India–Nusantara.

SUMPAH PALAPA GAJAH MADA

Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa sebagai tekad mempersatukan Nusantara.

Isi sumpah tersebut menunjukkan ambisi politik Majapahit untuk memperluas pengaruh ke berbagai wilayah.

Makna penting:

  • Simbol persatuan Nusantara.
  • Strategi geopolitik maritim.
  • Penguatan ekonomi dan perdagangan.

KEKUATAN MARITIM MAJAPAHIT

Majapahit dikenal memiliki armada laut besar.

Fungsi armada:

  1. Mengamankan perdagangan.
  2. Mengontrol jalur pelayaran.
  3. Menjalin hubungan diplomatik.
  4. Menaklukkan wilayah strategis.

Majapahit memanfaatkan:

  • Kapal jung Jawa.
  • Teknologi pelayaran Nusantara.
  • Pelabuhan internasional.

SISTEM EKONOMI MAJAPAHIT

Ekonomi Majapahit berkembang melalui:

1. Perdagangan Maritim

Komoditas:

  • Rempah-rempah
  • Emas
  • Beras
  • Kayu
  • Kain
  • Garam

2. Pertanian

Daerah Jawa Timur sangat subur.

3. Pajak dan Upeti

Kerajaan bawahan memberikan upeti kepada pusat.


BUDAYA DAN PERADABAN

Majapahit menghasilkan peradaban maju:

  • Sastra
  • Arsitektur
  • Seni pahat
  • Sistem pemerintahan
  • Hukum

Peninggalan:

  • Candi Penataran
  • Candi Tikus
  • Gapura Wringin Lawang
  • Kitab Negarakretagama

KEMUNDURAN MAJAPAHIT

Penyebab kemunduran:

  1. Perang saudara.
  2. Perebutan takhta.
  3. Melemahnya perdagangan.
  4. Munculnya kerajaan Islam pesisir.
  5. Lepasnya daerah bawahan.

Majapahit runtuh sekitar akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16.


PENGARUH MAJAPAHIT TERHADAP INDONESIA

Majapahit menjadi simbol:

  • Persatuan Nusantara.
  • Identitas kebangsaan.
  • Kekuatan maritim Indonesia.

Pengaruhnya terlihat pada:

  • Lambang negara.
  • Konsep wawasan Nusantara.
  • Budaya Jawa dan Bali.
  • Sistem pemerintahan tradisional.

ANALISIS SEJARAH

Perlu dipahami bahwa daftar wilayah dalam Negarakretagama masih menjadi bahan kajian para sejarawan. Tidak semua wilayah berada di bawah kontrol langsung Majapahit. Sebagian kemungkinan:

  • Sekutu dagang.
  • Mitra diplomatik.
  • Wilayah tributari.
  • Daerah pengaruh budaya.

Namun demikian, Majapahit tetap merupakan kekuatan besar yang berhasil membangun jaringan politik dan ekonomi lintas kepulauan.


KESIMPULAN

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu tonggak terbesar dalam sejarah Nusantara. Melalui kekuatan politik, perdagangan, diplomasi, dan maritim, Majapahit berhasil membangun pengaruh luas yang mencakup berbagai wilayah di Asia Tenggara.

Daerah-daerah bawahan Majapahit menunjukkan bahwa sejak masa lampau Nusantara telah memiliki jaringan hubungan antarpulau yang kuat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Nusantara telah memiliki kemampuan organisasi, pelayaran, perdagangan, dan diplomasi tingkat tinggi jauh sebelum era modern.

Warisan Majapahit tidak hanya berupa peninggalan fisik, tetapi juga semangat persatuan, identitas kebangsaan, dan wawasan Nusantara yang masih relevan bagi Indonesia hingga saat ini.


Penulis :
Penata Muda TK. I Sonny Maramis Mingkid
Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Sejarah Baru: PNS Polda Sumbar Raih Pangkat Pembina Utama Muda Setara Kombes Pol

Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Penguji Surat Izin Mengemudi (SIM) dalam Kerangka RUNK Jalan, RPJMN, dan Visi Indonesia Emas 2045

Kota Manado sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.