CATATAN ANALISIS FINAL STANDING SUPER LEAGUE 2025/26 Gameweek #34 Penulis: Penata Muda TK. I Sonny Maramis Mingkid Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
CATATAN ANALISIS FINAL STANDING SUPER LEAGUE 2025/26
Gameweek #34
Penulis: Penata Muda TK. I Sonny Maramis Mingkid
Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
Berdasarkan tabel “Final Standing Super League 2025/26 – Gameweek #34”, kompetisi berakhir setelah seluruh klub memainkan 34 pertandingan. Persaingan papan atas berlangsung sangat ketat, terutama antara Persib dan Borneo FC yang sama-sama mengumpulkan 79 poin. Namun, Persib menempati peringkat pertama, sedangkan Borneo FC berada di posisi kedua. Dari sisi angka, Borneo FC memiliki selisih gol lebih baik, yaitu +43, dibanding Persib yang memiliki selisih gol +37. Oleh karena itu, apabila tabel ini benar-benar menggunakan aturan umum selisih gol sebagai penentu peringkat, posisi Persib di atas Borneo FC perlu diberi catatan khusus karena kemungkinan ada faktor lain yang digunakan, seperti head-to-head, regulasi liga, produktivitas tertentu, atau keputusan klasemen resmi.
Persib menjadi pemuncak klasemen dengan 34 pertandingan, 24 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Persib mencetak 59 gol dan kebobolan 22 gol, menghasilkan selisih gol +37 dengan total 79 poin. Catatan ini menunjukkan bahwa Persib adalah tim yang sangat konsisten, kuat secara defensif, serta mampu menjaga stabilitas performa sepanjang musim.
Borneo FC berada di peringkat kedua dengan 25 kemenangan, 4 imbang, dan 5 kekalahan. Borneo FC mencetak 74 gol dan kebobolan 31 gol, menghasilkan selisih gol +43 dan total 79 poin. Secara statistik, Borneo FC memiliki jumlah kemenangan lebih banyak dan selisih gol lebih tinggi daripada Persib. Hal ini menandakan bahwa Borneo FC tampil sangat agresif dan produktif, tetapi tetap harus puas berada di posisi kedua berdasarkan susunan klasemen pada gambar.
Persija menempati peringkat ketiga dengan 71 poin. Dari 34 pertandingan, Persija meraih 22 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Persija mencetak 65 gol dan kebobolan 29 gol, dengan selisih gol +36. Persija terlihat sebagai salah satu tim paling stabil di papan atas dan menjadi pesaing kuat, meskipun jarak 8 poin dari Persib dan Borneo FC menunjukkan bahwa dua tim teratas masih lebih konsisten sepanjang musim.
Persebaya berada di posisi keempat dengan 58 poin. Persebaya mencatat 16 kemenangan, 10 imbang, dan 8 kekalahan, dengan produktivitas 61 gol dan 35 kebobolan. Selisih gol +26 menunjukkan keseimbangan yang cukup baik antara lini serang dan lini pertahanan. Peringkat ini menggambarkan Persebaya sebagai tim papan atas yang kompetitif, meski belum cukup kuat untuk mengejar tiga besar.
Bhayangkara menutup lima besar dengan 53 poin. Mereka meraih 16 kemenangan, 5 imbang, dan 13 kekalahan, mencetak 53 gol dan kebobolan 45 gol, dengan selisih gol +8. Walaupun poinnya sama dengan Malut United dan Dewa United, Bhayangkara berada lebih tinggi karena memiliki parameter klasemen yang lebih baik sesuai urutan pada tabel.
Malut United berada di peringkat keenam dengan 53 poin. Catatannya adalah 15 kemenangan, 8 imbang, dan 11 kekalahan. Mereka mencetak 68 gol dan kebobolan 53 gol, dengan selisih gol +15. Malut United memiliki produktivitas gol yang tinggi, bahkan lebih baik daripada beberapa tim di atasnya, tetapi jumlah kebobolan yang juga cukup besar membuat stabilitas mereka belum maksimal.
Dewa United berada di posisi ketujuh dengan 53 poin. Mereka mencatat 16 kemenangan, 5 imbang, dan 13 kekalahan, dengan 44 gol memasukkan dan 37 gol kemasukan. Selisih gol +7 menunjukkan bahwa Dewa United cukup efisien, tetapi produktivitas gol mereka tidak setinggi Malut United maupun Bhayangkara.
Bali United berada di peringkat kedelapan dengan 51 poin. Dari 34 pertandingan, Bali United meraih 14 kemenangan, 9 imbang, dan 11 kekalahan. Mereka mencetak 57 gol dan kebobolan 48 gol, dengan selisih gol +9. Posisi ini menunjukkan bahwa Bali United masih kompetitif, tetapi tidak cukup konsisten untuk masuk zona papan atas.
Arema FC menempati posisi kesembilan dengan 48 poin. Arema FC mencatat 13 kemenangan, 9 imbang, dan 12 kekalahan, dengan 53 gol dan 47 kebobolan. Selisih gol +6 memperlihatkan bahwa Arema FC relatif seimbang, tetapi belum cukup dominan dalam menjaga hasil.
Persita berada di peringkat kesepuluh dengan 45 poin. Mereka meraih 13 kemenangan, 6 imbang, dan 15 kekalahan. Persita mencetak 38 gol dan kebobolan 37 gol, dengan selisih gol +1. Angka ini menunjukkan bahwa Persita memiliki pertahanan yang cukup baik, tetapi produktivitas golnya belum terlalu tinggi.
PSIM Yogyakarta berada di posisi kesebelas dengan 45 poin. Mereka mencatat 11 kemenangan, 12 imbang, dan 11 kekalahan. Dengan 43 gol memasukkan dan 44 gol kemasukan, PSIM memiliki selisih gol -1. Banyaknya hasil imbang menunjukkan bahwa PSIM cukup sulit dikalahkan, tetapi juga belum cukup tajam untuk mengubah banyak pertandingan menjadi kemenangan.
Persik berada di peringkat kedua belas dengan 39 poin. Mereka mencatat 11 kemenangan, 6 imbang, dan 17 kekalahan. Persik mencetak 42 gol dan kebobolan 61 gol, dengan selisih gol -19. Catatan kebobolan yang tinggi menjadi penyebab utama posisi Persik tertahan di papan bawah tengah.
Persijap berada di posisi ketiga belas dengan 36 poin. Mereka meraih 9 kemenangan, 9 imbang, dan 16 kekalahan. Dengan catatan gol 31-45 dan selisih gol -14, Persijap tampak mengalami kesulitan dalam produktivitas serangan sekaligus belum cukup solid dalam bertahan.
Madura United menempati peringkat keempat belas dengan 35 poin. Mereka mencatat 9 kemenangan, 8 imbang, dan 17 kekalahan. Produktivitas gol Madura United adalah 37 gol dan kebobolan 54 gol, dengan selisih gol -17. Posisi ini menunjukkan musim yang berat bagi Madura United karena jumlah kekalahan cukup tinggi.
PSM Makassar berada di posisi kelima belas dengan 34 poin. Mereka mencatat 8 kemenangan, 10 imbang, dan 16 kekalahan. PSM mencetak 39 gol dan kebobolan 49 gol, dengan selisih gol -10. Walaupun memiliki jumlah imbang cukup banyak, PSM masih gagal mengumpulkan poin yang cukup untuk naik lebih tinggi.
Persis berada di peringkat keenam belas dengan 34 poin. Mereka memiliki catatan 8 kemenangan, 10 imbang, dan 16 kekalahan, sama dengan PSM Makassar. Namun, Persis memiliki selisih gol lebih buruk, yaitu -20, karena mencetak 39 gol dan kebobolan 59 gol. Posisi keenam belas pada tabel diberi warna berbeda, yang biasanya menandakan zona bahaya atau zona degradasi.
Semen Padang berada di posisi ketujuh belas dengan 20 poin. Dari 34 laga, mereka hanya meraih 5 kemenangan, 5 imbang, dan mengalami 24 kekalahan. Semen Padang mencetak 22 gol dan kebobolan 65 gol, dengan selisih gol -42. Ini menunjukkan musim yang sangat sulit, terutama dari sisi pertahanan dan konsistensi hasil.
PSBS Biak menempati posisi terakhir, yaitu peringkat kedelapan belas, dengan 18 poin. Mereka mencatat 4 kemenangan, 6 imbang, dan 24 kekalahan. PSBS Biak mencetak 31 gol tetapi kebobolan 95 gol, menghasilkan selisih gol -64. Catatan kebobolan ini merupakan yang terburuk dalam tabel, sehingga menjadi faktor utama keterpurukan PSBS Biak di dasar klasemen.
Kesimpulannya, musim Super League 2025/26 berdasarkan tabel ini memperlihatkan persaingan juara yang sangat ketat antara Persib dan Borneo FC. Persib keluar sebagai pemuncak klasemen dengan 79 poin, sementara Borneo FC juga mengoleksi 79 poin tetapi berada di posisi kedua. Persija menjadi kekuatan utama di bawah dua besar, sedangkan Persebaya, Bhayangkara, Malut United, dan Dewa United mengisi persaingan papan atas menengah. Di sisi bawah, Persis, Semen Padang, dan PSBS Biak berada pada zona paling berbahaya, dengan PSBS Biak menjadi tim terlemah secara statistik karena kebobolan paling banyak dan memiliki selisih gol terendah.
Catatan penting: analisis ini disusun berdasarkan data yang terlihat pada gambar, sehingga keakuratan sepenuhnya mengikuti informasi pada tabel tersebut.
Komentar
Posting Komentar