Kapolri Sarankan Metode First Come First In di Pelabuhan Saat Puncak Arus Mudik

Catatan Penata Muda TK. I Sonny Maramis Mingkid
Kapolri Sarankan Metode First Come First In di Pelabuhan Saat Puncak Arus Mudik

Dalam rangka memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat pada puncak arus mudik Lebaran, Kapolri menyarankan penerapan metode First Come First In (FCFI) di pelabuhan penyeberangan. Metode ini dinilai efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan dan penumpang, khususnya pada lintasan padat seperti Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.

Konsep First Come First In menekankan pada prinsip kendaraan atau penumpang yang datang lebih dahulu akan dilayani dan diberangkatkan lebih dahulu, tanpa adanya penyelipan antrean. Sistem ini bertujuan menciptakan ketertiban, mengurangi potensi konflik di area pelabuhan, serta mempercepat proses bongkar-muat kapal.

Kapolri menegaskan bahwa penerapan metode ini harus didukung dengan manajemen lalu lintas terpadu, penguatan buffer zone, serta optimalisasi sistem digital tiket dan e-ticketing. Selain itu, sinergi antara Polri, Kementerian Perhubungan, ASDP, TNI, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam pengawasan serta pengaturan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Langkah ini juga akan diintegrasikan dengan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, serta pembatasan kendaraan sumbu tiga pada periode tertentu. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara volume kendaraan yang masuk ke pelabuhan dan kapasitas angkut kapal yang tersedia.

Dari perspektif keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), metode FCFI mampu meminimalisasi potensi kerawanan seperti penumpukan liar, praktik percaloan, serta gesekan antar pengguna jasa. Dengan sistem antrean yang transparan dan terukur, diharapkan tercipta suasana mudik yang aman, tertib, dan humanis.

Sebagai bagian dari komitmen Polri dalam Operasi Ketupat 2026, penerapan metode ini merupakan bentuk adaptasi kebijakan berbasis evaluasi tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi menunjukkan bahwa pengaturan antrean yang disiplin dan berbasis waktu kedatangan mampu menekan waktu tunggu dan meningkatkan kepastian jadwal keberangkatan.

Melalui strategi ini, diharapkan puncak arus mudik dapat terkelola secara optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan rasa aman dan nyaman.

Mudik Aman, Keluarga Nyaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tonggak Sejarah Baru: PNS Polda Sumbar Raih Pangkat Pembina Utama Muda Setara Kombes Pol

Pelatihan dan Sertifikasi Petugas Penguji Surat Izin Mengemudi (SIM) dalam Kerangka RUNK Jalan, RPJMN, dan Visi Indonesia Emas 2045

Kota Manado sebagai tuan rumah PON XXIII Tahun 2032.