Tarawih Mengajarkan Ketenteraman, Bukan Ibadah yang Terburu-buru
CATATAN PENATA MUDA TK. I SONNY MARAMIS MINGKID
Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
Tarawih Mengajarkan Ketenteraman, Bukan Ibadah yang Terburu-buru
Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah mahdhah yang hanya dilaksanakan pada bulan suci Ramadan, setelah salat Isya hingga sebelum Subuh. Tata cara dan waktunya telah ditetapkan dalam syariat Islam.Secara makna, kata “Tarawih” berasal dari kata raha (رَاحَ) yang berarti istirahat atau santai. Makna ini mengandung pesan bahwa ibadah Tarawih seharusnya dijalankan dengan tenang, khusyuk, dan tidak tergesa-gesa.
Dalam sejarahnya, Rasulullah SAW melaksanakan salat Tarawih dengan penuh ketenangan, bahkan diselingi waktu istirahat di antara rakaat. Rasulullah juga pernah tidak keluar untuk berjamaah Tarawih di masjid agar umat tidak menganggapnya sebagai ibadah wajib.
Karena itu, Tarawih adalah ibadah yang memberi kelapangan waktu, dapat dilaksanakan setelah Isya hingga menjelang Subuh, dan termasuk bagian dari qiyamul lail.
Dari sini kita memahami bahwa Tarawih tidak hanya sekadar ibadah rutin Ramadan, tetapi juga mengajarkan ketenangan, kesabaran, dan kekhusyukan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Semoga Ramadan ini menjadikan kita pribadi yang lebih tenang, lebih khusyuk, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. 🤲✨
Komentar
Posting Komentar