Polri Siapkan Rekayasa Lalin Contraflow hingga One Way saat Arus Mudik Lebaran 2026
Catatan Penata Muda TK. 1 Sonny Maramis Mingkid
Aparatur Sipil Negara (ASN) Mabes Polri
Polri Siapkan Rekayasa Lalin Contraflow hingga One Way saat Arus Mudik Lebaran 2026
Menghadapi arus mudik Lebaran 1447 H / 2026, Polri telah menyiapkan sejumlah strategi rekayasa lalu lintas guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Langkah ini merupakan bagian dari kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang mengedepankan pendekatan preventif, responsif, dan humanis.Peningkatan volume kendaraan diprediksi terjadi signifikan pada H-7 hingga H+3 Lebaran, khususnya di ruas tol Trans Jawa, jalur arteri nasional, serta akses menuju pelabuhan penyeberangan dan destinasi wisata. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, Polri bersama Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan pemangku kepentingan lainnya menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa:
-
Contraflow (lawan arus terbatas)
Diterapkan secara situasional pada ruas tol tertentu apabila volume kendaraan meningkat tajam dan kecepatan rata-rata turun di bawah ambang batas yang ditentukan. Sistem ini bertujuan mempercepat distribusi kendaraan pada titik kepadatan. -
One Way (satu arah)
Diberlakukan pada jalur-jalur utama mudik dengan volume tinggi, khususnya dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penerapan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan traffic counting, CCTV analytics, serta koordinasi lintas sektor. -
Ganjil-Genap (Situasional)
Skema ini dapat diberlakukan sebagai langkah tambahan untuk membatasi kepadatan kendaraan pada waktu dan ruas tertentu.
Seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas akan diumumkan secara resmi melalui kanal komunikasi Polri dan Korlantas Polri, termasuk media sosial, traffic update, serta command center berbasis digital. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi resmi, merencanakan perjalanan dengan matang, serta menjaga kondisi fisik dan kendaraan sebelum berangkat.
Polri juga menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama. Edukasi kepada pengemudi, penegakan hukum terhadap pelanggaran berisiko tinggi (seperti kelebihan muatan, melawan arus, dan penggunaan ponsel saat berkendara), serta optimalisasi rest area menjadi bagian integral dalam strategi pengamanan mudik tahun ini.
Mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan momentum silaturahmi dan kebersamaan keluarga. Oleh karena itu, sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan mudik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan.
Mudik Aman, Keluarga Nyaman.
Komentar
Posting Komentar