KAPOLRI AJAK SELURUH ELEMEN BANGSA PERKUAT PERSATUAN DAN JAGA STABILITAS KAMTIBMAS DALAM MOMENTUM SAFARI RAMADAN
CATATAN PENATA MUDA TK. I
SONNY MARAMIS MINGKID
APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) MABES POLRI
Dalam momentum spiritual yang sangat istimewa tersebut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk terus memperkuat persatuan, kebersamaan, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi penting bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur, Kota Surabaya, pada Sabtu, 14 Maret, yang dihadiri oleh berbagai unsur penting bangsa, mulai dari jajaran TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya yang hadir dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebangsaan.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan sinergi antara aparat keamanan dengan masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog yang membangun antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan berbagai komponen bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan nasional. Tanpa adanya kondisi keamanan yang kondusif, berbagai program pembangunan yang dirancang oleh pemerintah tidak akan dapat berjalan secara optimal.
Keamanan yang terjaga dengan baik akan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, maupun ekonomi. Stabilitas kamtibmas juga sangat berperan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang aman dan stabil.
Kapolri juga menjelaskan bahwa saat ini dunia sedang menghadapi berbagai tantangan global yang cukup kompleks, di antaranya ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik internasional, dinamika sosial masyarakat yang terus berkembang, hingga perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat.
Dalam situasi global yang penuh tantangan tersebut, Indonesia harus mampu menjaga stabilitas nasional agar tetap kuat, solid, dan mampu menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di tingkat global. Oleh karena itu, Kapolri menegaskan bahwa sinergi seluruh elemen bangsa merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan nasional.
Sinergi tersebut tidak hanya melibatkan TNI dan Polri sebagai aparat pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga melibatkan peran strategis dari tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, kalangan pekerja atau buruh, dunia pendidikan, akademisi, pelaku usaha, serta seluruh komponen masyarakat Indonesia.
Kapolri juga menekankan bahwa semangat gotong royong dan persatuan merupakan kekuatan terbesar bangsa Indonesia. Nilai tersebut telah menjadi bagian dari jati diri bangsa yang diwariskan oleh para pendiri bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga saat ini.
Sebagai contoh nyata, Kapolri mengingatkan bagaimana bangsa Indonesia mampu melewati masa-masa sulit ketika menghadapi pandemi Covid-19, sebuah krisis global yang memberikan dampak besar terhadap sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga kehidupan sosial masyarakat.
Namun dengan persatuan, kerja sama, solidaritas, dan gotong royong, seluruh elemen bangsa mampu bersatu menghadapi pandemi tersebut. Pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, tokoh agama, dunia usaha, hingga masyarakat luas bersama-sama berjuang untuk mengatasi situasi yang sangat sulit tersebut.
Pengalaman tersebut menjadi bukti nyata bahwa ketika bangsa Indonesia bersatu, maka berbagai tantangan besar dapat dilalui dengan baik.
Allah SWT sendiri telah menegaskan pentingnya persatuan dalam firman-Nya di dalam Al-Qur’an:
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 103:
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai; dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara."
(QS. Ali Imran: 103)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa persatuan adalah anugerah dan kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat manusia, khususnya kepada bangsa yang mampu menjaga kebersamaan dan saling menghormati.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat: 10)
Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial, namun tetap bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam momentum bulan suci Ramadan, Kapolri juga mengingatkan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Selama Ramadan, aktivitas masyarakat cenderung meningkat, mulai dari kegiatan ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, kegiatan sosial keagamaan, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat antara aparat keamanan dengan masyarakat agar situasi tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk, tenang, dan penuh kedamaian.
Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meningkatkan pengamanan, serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder lainnya demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 59:
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."
(QS. An-Nisa: 59)
Ayat ini mengajarkan bahwa menjaga ketertiban, menghormati kepemimpinan yang sah, serta bekerja sama dalam menjaga keamanan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai umat yang beriman.
Pada bagian akhir sambutannya, Kapolri menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat kuat, yaitu semangat persatuan, toleransi, gotong royong, serta rasa cinta terhadap tanah air.
Dengan modal tersebut, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan global yang ada serta terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Sebagaimana yang disampaikan Kapolri:
"Saat ini kita menghadapi tantangan yang sama dalam bentuk berbeda. Namun saya meyakini apabila kita semua kompak bersatu tentunya permasalahan yang sedang kita hadapi ini bisa kita lalui bersama."
Momentum Safari Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan), serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas nasional.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, perlindungan, dan petunjuk kepada bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian.
Doa
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini kami memohon kepada-Mu.
Ya Allah,
Limpahkanlah rahmat, perlindungan, dan keberkahan kepada bangsa Indonesia.
Jagalah negeri kami dari segala bentuk perpecahan, konflik, dan gangguan keamanan.
Ya Allah,
Satukanlah hati seluruh rakyat Indonesia dalam persaudaraan, kedamaian, dan persatuan.
Kuatkanlah para pemimpin bangsa kami agar selalu diberikan kebijaksanaan, keadilan, serta keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk melayani masyarakat.
Ya Allah,
Lindungilah seluruh aparat keamanan Republik Indonesia, TNI dan Polri, serta seluruh aparatur negara yang menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Berikanlah kepada mereka kekuatan, keselamatan, dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sebagaimana firman-Mu dalam Al-Qur’an:
"Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus."
(QS. Yunus: 25)
Ya Allah, jadikanlah negeri Indonesia sebagai negeri yang aman, damai, makmur, dan penuh keberkahan.
Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul ‘alim.
Wa tub ‘alaina innaka antat tawwabur rahim.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. KAPOLRI AJAK SELURUH ELEMEN BANGSA PERKUAT PERSATUAN DAN JAGA STABILITAS KAMTIBMAS DALAM MOMENTUM SAFARI RAMADAN
Dalam suasana bulan suci Ramadan yang penuh dengan rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, umat Islam di seluruh penjuru Indonesia menjalankan ibadah dengan penuh keimanan, kesabaran, dan ketulusan hati. Ramadan bukan hanya menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah secara pribadi kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta memperkokoh persatuan bangsa Indonesia dalam menjaga kedamaian dan stabilitas kehidupan bermasyarakat.
Dalam momentum spiritual yang penuh makna tersebut, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat persatuan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur, Surabaya, pada Sabtu, 14 Maret, yang dihadiri oleh jajaran TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang hadir dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat persatuan.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut menjadi wadah silaturahmi yang sangat penting antara pimpinan Polri dengan masyarakat serta para tokoh daerah. Selain mempererat hubungan emosional antara aparat keamanan dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan faktor fundamental yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan global yang saat ini semakin kompleks.
Keamanan yang terjaga dengan baik akan menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, sosial, maupun keagamaan. Selain itu, stabilitas keamanan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan investasi, serta pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor.
Kapolri menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi internasional, dinamika geopolitik dunia, hingga perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan teknologi informasi.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia harus mampu menjaga stabilitas nasional agar tetap kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global dengan baik. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi sangat penting, tidak hanya antara TNI dan Polri sebagai aparat keamanan negara, tetapi juga melibatkan tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, dunia usaha, serta seluruh komponen masyarakat.
Kapolri juga menegaskan bahwa semangat gotong royong dan persatuan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang telah terbukti mampu membawa bangsa ini melewati berbagai krisis dalam perjalanan sejarahnya.
Salah satu contoh nyata adalah ketika Indonesia menghadapi pandemi Covid-19, yang memberikan dampak besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga aktivitas sosial.
Namun dengan persatuan, solidaritas, dan kerja sama seluruh elemen bangsa, Indonesia mampu melewati masa-masa sulit tersebut secara bertahap. Pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, tokoh agama, dunia usaha, serta masyarakat luas bersatu menghadapi tantangan tersebut dengan semangat kebersamaan.
Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 103:
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai; dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara."
(QS. Ali Imran: 103)
Ayat tersebut menegaskan bahwa persatuan merupakan kekuatan besar yang harus dijaga oleh setiap umat manusia, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 10:
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat: 10)
Nilai-nilai persaudaraan dan persatuan tersebut sangat relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, namun tetap bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Kapolri juga menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan ibadah maupun kegiatan sosial.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat antara aparat keamanan dan masyarakat agar seluruh aktivitas selama Ramadan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat pengamanan, serta meningkatkan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan berbagai stakeholder lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Hal tersebut juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 59:
"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."
(QS. An-Nisa: 59)
Ayat ini mengajarkan pentingnya menjaga ketertiban, menghormati kepemimpinan, serta bekerja sama dalam menjaga keamanan dan kedamaian di tengah masyarakat.
Dalam penutup sambutannya, Kapolri menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat kuat, yaitu persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong.
Dengan modal tersebut, Indonesia diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan global serta terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
Sebagaimana disampaikan Kapolri:
"Saat ini kita menghadapi tantangan yang sama dalam bentuk berbeda. Namun saya meyakini apabila kita semua kompak bersatu tentunya permasalahan yang sedang kita hadapi ini bisa kita lalui bersama."
Momentum Safari Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan nasional, mempererat sinergi antar lembaga, serta menjaga stabilitas keamanan demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
Doa
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Limpahkanlah rahmat dan keberkahan kepada bangsa Indonesia.
Ya Allah,
Satukanlah hati seluruh rakyat Indonesia dalam persaudaraan, kedamaian, dan persatuan.
Ya Allah,
Lindungilah negeri kami dari segala bentuk perpecahan, konflik, dan gangguan keamanan.
Ya Allah,
Berikanlah kekuatan dan keselamatan kepada seluruh aparat TNI dan Polri serta seluruh aparatur negara dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagaimana firman-Mu:
"Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus."
(QS. Yunus: 25)
Jadikanlah negeri Indonesia sebagai negeri yang aman, damai, makmur, dan penuh keberkahan.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Komentar
Posting Komentar